Vedars’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Persahabatan Juni 12, 2008

Filed under: Persahabatan — iyha 09 @ 9:41 am
Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban. Lihat Hubungan antar-pribadi

 

limbah kopi kakao untuk media tanam jamur Mei 15, 2008

Filed under: tAnaMan kOpi — iyha 09 @ 7:27 am

Dewasa ini jamur telah menjadi kebutuhan dan bagian hidup manusia. Hal ini disebabkan karena jamur dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan panganan untuk bisa di konsumsi seperti roti, tape, tempe, oncom, roti, dan dapat pula diolah menjadi obat seperti penisilin. Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan yang setara dengan daging dan ikan yang bergizi tinggi. Hal ini yang menyebabkan jamur sebagai bahan pangan alternatif yang disukai (preferency) oleh semua lapisan masyarakat (Djarijah dan Djarijah, 2001).
Jamur memiliki rasa yang menyamai kelezatan daging, tetapi kandungan lemaknya lebih rendah sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Jamur dapat mengubah selulosa menjadi polisakarida yang bebas kolesterol sehingga orang yang mengosumsinya dapat terhindar dari resiko terkena serangan stroke. Kandungan protein jamur juga lebih tingga jika dibandingkan dengan bahan makanan lain yang juga berasal dari tanaman. Gizi yang terkandung dalam jamur antara lain karbohidrat, berbagai mineral seperti kalsium, kalium, fosfor, besi, serta vitamin B, B12, dan C (Parjimo dan Andoko 2007).
Menurut fardiaz (1992), bahwa jamur juga berperan dalam industri makanan khususnya dalam fermentasi makanan. Jamur memiliki enzim amilotik dan proteolitik yang masing-masing berfungsi untuk memecah pati dan protein dalam substrat. Pemecahan pati oleh enzim amilotik penting terutama dalam pembuatan produk-produk ragi dan tape, sedangkan pemecahan protein oleh enzim proteolitik penting terutama dalam pembuatan kecap dan taoco.
Salah satu jamur yang cukup dikenal di masyarakat dan banyak dibudidayakan adalah jamur tiram putih (Pleorotus ostreatus). Menurut Suriawira (2002), jamur tiram putih termasuk jenis jamur serbaguna. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk masakan, jamur tiram putih juga dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah dan segar, baik dalam campuran salad maupun lalapan. Bahkan dapat diolah menjadi crips, cripsy ataupun chips.
Seperti jenis jamur kayu lainnya, dalam budidaya jamur tiram putih juga dibutuhkan substrat yang berasal dari kayu dan kompos. Salah satu persyaratan kompos yang akan menjadi media pertumbuhan jamur adalah harus mengandung semua unsur nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Kompos tersebut juga masih banyak mengandung bahan organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon dan energi untuk jamur (Gandjar dkk., 2006).
Penggunaan limbah kopi dan kakao untuk media pertumbuhan jamur tiram putih (Pleorotus ostreatus) umumnya belum pernah dimanfaatkan secara optimal. Keuntungan penggunaan limbah kopi dan kakao dalam budidaya jamur antara lain karena keberadaannya yang sangat melimpah Selain itu limbah kopi dan kakao mudah dicampur dengan bahan-bahan lain sebagai pelengkap nutrisi, serta mudah dibentuk dan dikondisikan ( Cahyana dkk., 2005).

 

Kotawaringin Barat Mei 3, 2008

Filed under: katawaringin barat_kalteNg — iyha 09 @ 2:59 pm
Tags:

Kotawaringin Barat berasal dari Kata “Kutawaringin” dan “Barat“. Kuta berarti Gapura, Waringin berarti Pohon Beringin yang bermakna Pengayoman, sedangkan Barat berasal dari pembagian tempat. Secara keseluruhan Kotawaringin Barat berarti “Gapura Pengayoman di Sebelah Barat”.[3]

Pembentukan Kotawaringin Barat diawali dengan terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor : Up.34/41/24, tanggal 28 Desember 1957 dan SK. Nomor: Des.52/12/2.206, tanggal 22 Desember 1959 Tentang Pembagian Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat.[3]

Kemudian dengan lahirnya Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tanggal 10 April 2003 yaitu Pengukuhan / Pemekaran 8 Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi :[3]

Pada tanggal 3 Oktober 1959 secara resmi ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekarang Tahun 2007 telah berusia yang ke-48 tahun.

Kotawaringin Barat berasal dari Kata “Kutawaringin” dan “Barat“. Kuta berarti Gapura, Waringin berarti Pohon Beringin yang bermakna Pengayoman, sedangkan Barat berasal dari pembagian tempat. Secara keseluruhan Kotawaringin Barat berarti “Gapura Pengayoman di Sebelah Barat”.[3]

Pembentukan Kotawaringin Barat diawali dengan terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor : Up.34/41/24, tanggal 28 Desember 1957 dan SK. Nomor: Des.52/12/2.206, tanggal 22 Desember 1959 Tentang Pembagian Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kemudian dengan lahirnya Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tanggal 10 April 2003 yaitu Pengukuhan / Pemekaran 8 Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi :[3]

Pada tanggal 3 Oktober 1959 secara resmi ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekarang Tahun 2007 telah berusia yang ke-48 tahun.

Kotawaringin Barat berasal dari Kata “Kutawaringin” dan “Barat“. Kuta berarti Gapura, Waringin berarti Pohon Beringin yang bermakna Pengayoman, sedangkan Barat berasal dari pembagian tempat. Secara keseluruhan Kotawaringin Barat berarti “Gapura Pengayoman di Sebelah Barat

Pembentukan Kotawaringin Barat diawali dengan terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor : Up.34/41/24, tanggal 28 Desember 1957 dan SK. Nomor: Des.52/12/2.206, tanggal 22 Desember 1959 Tentang Pembagian Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kemudian dengan lahirnya Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tanggal 10 April 2003 yaitu Pengukuhan / Pemekaran 8 Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi :

Pada tanggal 3 Oktober 1959 secara resmi ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekarang Tahun 2007 telah berusia yang ke-48 tahun.

 

Kekasih Allah Terkenal di Langit Mei 3, 2008

Filed under: iSLaMi — iyha 09 @ 2:22 pm

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.“ (QS.Yunus (10): 62-64).

Diantara ciri kekasih Allah ialah ia sangat mengenal Allah dengan baik. Jadi semakin dekat dengan-Nya, ia akan semakin diberi kemampuan menjelaskan dan merasakan keagungan dan kebesaran-Nya sehingga keyakinannya menjadi bulat total kepada-Nya.

Kekasih Allah itu bukan orang yang ma’shum, terbebas dari kemungkinan berbuat dosa dan khilaf. Justru mereka tetap diselimuti oleh kekurangan yang membuat dirinya tidak merasa bahwa kedudukannya sudah tinggi di sisi-Nya. Kata seorang ulama dan ahli hikmah: “Allah sengaja membuatnya berkekurangan supaya dia tetap merasa hina, merasa rendah, merasa gagal, sehingga dirinya senantiasa merasakan teramat malu di hadapan-Nya. Padahal orang yang merasa kotor dihadapan-Nya, niscaya semakin tinggi derajat dan kedudukannya di sisi-Nya.“

Kekasih Allah, tidak membutuhkan hal-hal yang bersifat duniawi, yang notabene hanya akan menjadi kesenangan sementara belaka. Bahkan mereka tidak meminta hal yang macam-macam, kendatipun karamah dari Allah. Pernah seorang Waliyullah bernama Imam Sahl ketika sedang berwudhu, tiba-tiba air yang mengalir di hadapannya itu berubah seketika menjadi lempengan emas. Bagaimana reaksi Imam Sah? Ternyata ia tidak terkejut ataupun merasa heran. Lisannya malah berguman: “Ah, Subhanallah. Kalau anak kecil, tentulah akan merasa gembira jika dihibur dengan mainan. Namun ya Allah, hamba tidak membutuhkan hal yang seperti ini.” (Buku Menggapai Derajat Kekasih Allah oleh Basyar Isya).

Kekasih Allah hanya merasa gembira kalau mereka bisa beramal dengan penuh keikhlasan kepada Allah. Ada kisah menarik. Seorang saudagar membeli seorang budak. Si budak itu meminta tiga syarat. Pertama, bila masuk waktu salat, maka ia jangan dilarang untuk salat. Kedua, ia hanya bersedia bekerja di waktu siang hari saja. Ketiga, meminta kamar yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun. Si saudagar setuju.

Setelah beberapa lama, pada suatu malam ketika si Saudagar itu bangun di tengah malam, dari celah kamar si budak itu ia melihat sang budak sedang sujud. Ia dapat menangkap munajatnya. Bunyinya: “Ya Tuhanku. Engkau telah perintahkan daku berkhitmad melaksanakan tugas-tugas terhadap majikanku di waktu siang hari. Andaikan jikalau bukan tugas yang demikian, maka aku tidak akan bekerja selain semata-mata mengabdi kepada-Mu ya Allah pada malam dan pada siang hariku. Oleh sebab itu Engkau ampunilah aku ini wahai Tuhanku!“

Peristiwa itu menyentuh hati sang Saudagar. Dan esok harinya, ia ceritakan kepada isterinya tentang apa yang telah disaksikannya itu dan sekaligus ia berniat untuk membebaskan budaknya. Sang isteri setuju. Keduanya lalu memanggil budaknya dan menceritakan apa yang telah disaksikannya tadi malam, serta mendengar pula isi munajatnya kepada Allah.

Bagaimana reaksi si budak itu setelah mendengar penjelasan Tuannya? Ia sangat kerkejut dan berkata: “Ya Tuhanku! Aku telah bermohon kepada-Mu agar Engkau tidak memperlihatkan keadaanku kepada selain-Mu. Maka apabila Engkau telah membukakan dan memperlihatkan rahasiaku itu, matikanlah aku ya Tuhan!“ Demi setelah mengucapkan kalimat itu, dia pun rebah dan meninggal seketika itu juga. Masya Allah. (Buku Hakikat Hikmah Tauhid Dan Tasawuf (Al Hikam) oleh Prof.Dr.K.H.Muhibbuddin Waly). Demikianlah diantara contoh Kekasih Allah yang hatinya telah merasa jauh dengan makhluk, tetapi telah begitu dekat kepada Allah, sehingga hatinya selalu rindu kepada Allah.

Dikisahkan, Malik bin Dinar punya tetangga yang selalu bikin onar lingkungannya. Para tetangga mengeluh akibat ulah pemuda itu. Satu hari lelaki yang selalu bikin onar itu dipanggil oleh Malik bin Dinar dan diberi nasehat agar ia berkenan meninggalkan kampung untuk selamanya atau mengubah perilakunya: “Aku tak akan pergi dari kampung ini. Aku akan tetap tinggal di rumahku dan tidak akan pernah keluar,“ jawabnya. “Kalau begitu, kami akan berdoa kepada Allah semoga kamu mendapat kecelakaan,“ gertak Malik bin Dinar.

“Allah lebih mengasihiku daripada kepada penduduk kampung ini, “kilahnya. Jawaban ini membuat Malik dan juga para penduduk kampung bingung. Suatu senja, Malik melaksanakan ancamannya itu. Ia berdoa, agar tetangganya itu mendapat kecelakaan. Tapi Malik justru mendengar suara: “Jangan kamu doakan seperti itu, dia adalah kekasih Allah.“

Malik lalu segera menemui sang pemuda itu di rumahnya. Kedatangan Malik dikira akan mengusirnya. Sang pemuda pun ketakutan, sebab sebelumnya sudah berkali-kali dimarahi dan diancam oleh Malik yang berperawakan besar itu. Ia minta maaf pada sang tamu. “Aku datang bukan untuk mengusirmu. Tapi aku ingin melihat tanda-tanda kewalianmu,“ kilah Malik. “Aku bertaubat“ tuturnya sambil menangis tersisak-isak. Lalu ia pergi, tanpa arah, dan tidak pernah pulang lagi.

Beberapa tahun kemudian, Malik menunaikan ibadah haji. Dilihatnya kerumunan orang yang berada di Masjidil Haram. Ternyata, mereka mengerumuni mayat seorang pemuda, seraya mengucap: “Telah meninggal seorang pemuda. Semoga Allah mencurahkan maghfirah dan rahmat-Nya. Pemuda itu tak lain adalah tetangga Malik yang dulunya selalu bikin onar itu (Disarikan dari Buku Unjuk Rasa Ala Sufi oleh Herry Mohammad). Wallahualam. (pontianakpost)

 

JiLbaB diPaKai, JilBab DiLePas Mei 3, 2008

Filed under: iSLaMi — iyha 09 @ 2:20 pm

Busana muslimah tidak hentinya menjadi berita. Di negeri barat
sekuler fanatik, muslimah musti berjuang ekstrakeras dan tidak jarang harus
melalui pengadilan untuk bisa memakai jilbab. Jilbab dianggap simbol agama,
yang tidak semestinya dipakai di ruang publik. Kalau mau memakainya, cukup
di rumah atau saat beribadah. Pascaperistiwa 11 September 2001, pemakai
jilbab (jubah dan jenggot) juga dicurigai terkait terorisme.

Sayangnya di negara mayoritas muslim seperti Indonesia, pemakaian jilbab
juga tidak mulus. Kita tentu masih ingat di era orde baru, betapa banyaknya
siswi berjilbab menjadi korban kebijakan sekolah, yang atas nama uniformitas
tidak mengakui eksistensi jilbab. Kini di era reformasi kondisinya sudah
banyak berubah. Pemerintah melalui sekolah, umumnya sudah menoleransi
pemakaian jilbab, meskipun secara kasuistik masih ada lembaga pendidikan dan
instansi yang mempersoalkannya.

Di banyak perusahaan swasta, khususnya supermarket, dealer kendaraan
bermotor, karyawati berjilbab kelihatannya belum mendapat tempat. Tidak itu
saja, oleh perusahaan –termasuk yang mengerahkan sales girl- sepertinya ada
tuntutan agar mereka memakai rok di atas lutut, supaya paha yang dianggap
sebagai salah satu daya tarik konsumen bisa kelihatan. Tak heran, karyawati
yang fanatik pergi dan pulang pakai jilbab, tapi di tempat kerja terpaksa
dilepas.
Sebuah fenomena yang cukup mengharuskan, saat ini sejumlah sekolah umum di
Banjarmasin seperti SMP dan SMA juga memberlakukan jilbab bagi siswinya,
meski jilbab dimaksud belum begitu ideal. Ini karena dalam manajemen
pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat, sekolah diberi kewenangan
mengatur pakaian seragam siswa yang bersinergi dengan nilai sosio-religius
yang hidup di lingkungan masyarakat setempat.

Kelihatannya memang terjadi lompatan kemajuan signifikan sosialisasi jilbab
dalam sepuluh tahun terakhir. Ini dipicu pula oleh penampilan sejumlah artis
beken yang ikut menyosialisasikan jilbab ke tengah khalayak. Inneke
Koesherawati, Marissa Haque, Dewi Hughes adalah beberapa di antara artis
jilbabwati yang semakin populer karena komitmennya terhadap jilbab. Menyusul
pendahulunya seperti Ida Royani, Ida Leman, Dewi Yull atau peragawati Ratih
Sanggarwati. Artis ini bukannya tenggelam setelah berjilbab, seperti
dikhawatirkan beberapa kalangan, tapi namanya tetap berkibar dan rezekinya
terus mengalir deras.

Tampilnya artis di garda terdepan dalam pemakaian jilbab, patut disambut
gembira. Seperti dikomando, di masyarakat kegandrungan terhadap busana
muslimah, termasuk jilbab semakin menguat. Meski jilbab mereka belum begitu
ideal, karena cenderung jilbab model dan jilbab gaul, paling tidak sudah
mendekati target ideal.

Sayang, pemakaian jilbab di kalangan sementara artis belum konsisten.
Seperti banyak diberitakan di acara infotainmen, sejumlah artis baru-baru
ini nekat menanggalkan jilbabnya, setelah sekian tahun mengakrabinya. Tya
Soebiyakto dan Trie Utami adalah di antara artis yang disorot. Banyak publik
menyesalkan inkonsistensi mereka terhadap jilbab. Namun ada yang mencoba
berhipotesis, bahwa penanggalan jilbab tersebut boleh jadi karena Tya dan
Trie baru bercerai dengan suaminya. Tetapi hipotesis ini tertolak, karena
Dewi Hughes dan Cheche Kirani atau Dewi Yull yang juga bermasalah dalam
rumah tangganya justru tetap konsisten dengan jilbab.

Konversi Agama
Melengkapi keprihatinan publik, ada pula ustadz muda yang sangat
menyayangkan inskonsistensi artis memakai jilbab. Menurut ia, hal ini
dikhawatirkan termasuk kategori mempermainkan ajaran agama. Agama seolah
jadi sekadar pakaian, bisa dikenakan dan ditanggalkan sewaktu-waktu.

Saya memaklumi keprihatian publik terhadap masalah ini. Bagaimana pun artis
adalah publik figur, sehingga sikap dan cara berpakaian mereka sangat
berpengaruh terhadap masyarakat. Sudah bukan rahasia lagi, masyarakat kita
termasuk filming society, masyarakat yang suka menonton film, iklan dan
sinetron di tivi, membaca majalah hiburan dan sejenisnya, lantas menirunya.
Suka atau tidak dan terlepas dari berbagai kontroversi, artis dapat
dijadikan sebagai iklan Islam. Tidak hanya di bulan puasa artis ramai-ramai
berdakwah, tetapi juga dalam keseharian mereka.

Kalangan ahli sosiologi agama, membagi konversi dalam dua macam. Pertama,
change from one state, dan kedua, change from one religion to another. Yang
pertama adalah berubah dari satu keadaan kepada keadaan lain, namun tetap
dalam agamanya. Artis muslimah yang dulunya senang buka-bukaan, lantas
memakai jilbab atau sebaliknya, termasuk kategori pertama. Rhoma Irama yang
dulu produktif dengan lagu cinta, lalu berubah ke tema dakwah. Motenggo
Bosye yang di kala mudanya produktif dengan novel cinta dan agak porno,
tetapi di akhir hayatnya justru beralih ke novel sufistik, juga masuk di
sini. Sedangkan artis nonmuslim yang masuk Islam, seperti WS Rendra, Ray
Sahetapy, Cindy Claudia Harahap, Dewi Hughes, Marini Zumarnis, Tamara
Bleszinsky, Lulu Tobing, dan masih banyak lagi, tergolong konversi agama
jenis kedua. Begitu pula Nafa Urbach yang masuk Islam lalu konon balik lagi
ke agama semula, juga masuk golongan ini.

Tetapi apa pun jenisnya, para ahli menyatakan konversi tidak berdiri
sendiri. Beberapa variable dominan itu terjadi karena: a) pengaruh
supernatural berupa hidayah Allah, pengetahuan, penyelidikan, perenungan,
sehingga seseorang menemukan cahaya kebenaran; b) pengaruh eksternal dari
pergaulan, kegiatan rutin, anjuran teman, pengaruh pemimpin keagamaan,
kolega dan teman prpfesi; c) faktor internal seperti keretakan dan
permasalahan dalam keluarga, perubahan status perkawinan, pekerjaan dan
sejenisnya. Jadi masalah dalam keluarga, seperti perceraian, hanya salah
satu variable yang tidak begitu dominan.

Bukan Jilbab Hati
Terhadap tarik ulur pemakaian jilbab ini akan lebih baik bila kita
menyikapinya secara arif dan bijaksana. Bagi yang mau berjilbab, kita
ucapkan selamat dan terimakasih, karena ia mengamalkan sebagian agamanya.
Wanita berjilbab tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tapi juga orang
lain. Tersalurnya hasrat lelaki secara liar dan merebaknya fantasi syahwat
mereka, justru karena memandang wanita yang suka membuka aurat. Wanita
jangan menyalahkan lelaki dalam soal ini, sebab ‘dari sononya’ lelaki
ditakdirkan menyenangi wanita (QS 3: 14). Kalau lelaki tidak lagi menyenangi
wanita, itu justru abnormal seperti menimpa kaum Nabi Luth di negeri Sodom,
dan itu sangat terkutuk.

Agama seseorang lebih selamat bila ia konsisten berjilbab. Seperti
diberitakan sebuah media, gara-gara memakai jilbab seorang wanita bersama
keluarganya urung termakan makanan haram di sebuah res toran di Jakarta.
Melihat si wanita berjilbab, pelayannya yang jujur menyatakan bahwa makanan
yang dipesan mengandung unsur haram. Lantas si ibu bertanya kepada pelayan,
bagaimana kalau pembelinya tidak berjilbab. Dijawab, itulah susahnya, sulit
diketahui mana yang muslim dan non muslim.

Bagi yang belum berjibab, diharapkan suatu saat mau berjilbab atau apa pun
jenis pakaiannya asalkan menutup aurat. Perlu dicegah adalah adanya anggapan
miring terhadap pemakaian jilbab. Katanya, biar tidak berjilbab, yang
penting sudah memakai jilbab hati, yaitu berhati baik dan berakhlak terpuji.
Daripada berjilbab tapi perilakunya buruk. Anggapan begini perlu diluruskan.

Jilbab hati sesungguhnya tidak ada, yang ada jilbab dipakai untuk menutup
aurat. Biar hatinya baik kalau aurat terbuka, ia masih berdosa besar.
Alangkah anggunnya bila wanita yang baik hatinya sekaligus berjilbab. Memang
tidak sedikit wanita berjilbab tetapi masih berperilaku amoral.

Heboh VCD porno ‘Mataram Terbuka’, pelakunya juga wanita berjilbab. Tetapi
itu bisa saja direkayasa dengan maksud melecehkan, atau ada siswi/mahasiswa
berjilbab yang terperosok dalam gaul bebas dan seks pranikah. Meski
demikian, bukan berarti jilbab tidak penting dan boleh ditanggalkan begitu
saja. Aturan hukum agama tidak boleh dibalik dan dikunyah-kunyah. Tidak ada
manusia sempurna, tapi minimal dengan berjilbab aurat sudah terpelihara.
Jilbab bukan simbol, tapi identitas dan tuntutan agama. Ada pun hati (qalbu)
memang perlu dimanej lebih baik agar melahirkan perilaku terpuji, dan ini
memerlukan waktu lama.

Mengacu kepada teori konversi, kesadaran dan komitmen memakai jilbab erat
kaitannya dengan faktor eksternal. Karena itu, para orangtua hendaknya
menyuruh anak wanitanya dan para suami hendaknya menyuruh istrinya menutup
aurat. Patut disesalkan, karena ternyata tren buka-bukaan dan pakaian ketat
yang mewabah selama ini, tidak hanya kehendak si wanita, tapi justru
ditoleransi bahkan disuruh oleh orangtua atau suaminya. Nah.
Pemerhati masalah sosial, tinggal di Banjarmasin e-mail: barjie_b@xxxxxxxxx

 

KopI Gayo April 23, 2008

Filed under: tAnaMan kOpi — iyha 09 @ 6:11 am
Kopi Gayo Disukai Internasional

Berdasarkan hasil tes, kopi Gayo memiliki empat karakter spesifik, seperti cita rasa, daya tahan, kecilnya perubahan warna dan rasa yang menyengat. Dengan karakter yang spesifik itu pula, kopi daerah tinggi Gayo ini disukai di dunia internasional. Di antaranya, Jepang, Amerika dan Eropa.

Hal itu diungkapkan, H Rasyid eksportir kopi CV Putra Darma di desa Mongal, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Saat ini kopi Gayo dengan berbagai kemasan dan merk beredar di Jepang, Eropa dan Amerika. “Sedangkan harga jualnya sangat ditentukan oleh harga pasar kopi New York,” sebut sekretaris Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh Tengah ini.

Menyangkut fluktuasi harga di tingkat pedagang dan petani di daerah itu, H Rasyid menerangkan, harga kopi di Aceh Tengah bukan ditentukan oleh pedagang atau petani, tapi karena pasaran luar negeri.

“Harga kopi Gayo tidak ditentukan oleh para pedagang atau petani. Tapi tergantung fluktuasi harga di luar negeri,” katanya.

Rasyid juga mengakui, tingginya harga pasaran kopi Gayo, membuat para petani mencari keuntungan lebih dengan mencampur kopi Gayo dengan kopi dari Lintong dan Mandailing.

“Tapi campuran dengan kopi asal Sumatera Utara itu tidak sampai mempengaruhi rasa kopi Gayo itu sendiri. Begitupun saya berharap agar upaya seperti ini tidak sampai merusak pasar kopi Gayo,” harapnya.

Namun ada satu hal yang saat ini membebani para petani kopi di dataran tinggi Gayo. Yaitu perbedaan harga beli oleh pengusaha kepada petani. Untuk itu, Rasyid meminta agar pengusaha kopi Aceh Tengah bersatu. Sehingga para pengusaha tidak membeda-bedakan kopi dari para petani.

Rasyid juga berharap kepada Pemkab Aceh Tengah untuk turun tangan dan tidak membiarkan permasalahan ini berlarut-larut. “Apalagi akhir-akhir ini sudah banyak pengusaha dari luar negeri menanamkan modalnya di Gayo. Jika Pemkab tidak turun tangan, para petani kopi di Gayo bisa gulung tikar,” katanya.

 

KOPI GAYO April 23, 2008

Filed under: tAnaMan kOpi — iyha 09 @ 6:08 am

PENGOLAhAn kopi GAYo

A. Dekafeinasi Kopi

Dekafeinasi biasanya dilakukan sebelum proses penyangraian, sebelumnya dilakukan proses pembersihan dan Penyortiran biji. Prosesnya meliputi pembasahan biji kopi dengan air dan, diikuti oleh ekstraksi dengan pelarut organik yaitu metilen klorida(CH2Cl2)dalam ekstraktor.

Proses dekafeinasi pada tahap awal dilakukan pemanasan pendahuluan biji kopi dengan uap air panas pad a suhu 230°F selama setengah jam yang akan menghasilkan kadar air 16-18 % w/w pada kolom pertama dari kolom. Tujuan pemanasan pendahuluan adalah untuk membantu proses hidrolisis dari kafein selama ekstraksi. Kemudian dilakukan penambahan air/pre-wetting (hingga kadar air kopi menjadi 40%), setelah itu ditambahkan pelarut dengan perbandingan pelarut dengan biji kopi adalah 4 : 1.

Selanjutnya Proses ekstraksi kaffein dari biji kopi dilakukan pada suhu 50-120°C (120-250°F) pada kolom dimana kaffein sebagian besar akan dihilangkan (95-98%) akan dipisahkan. Setelah proses ekstraksi selesai, pelarut kemudian dialirkan keluar dari ekstraktor. Untuk menghilangkan sisa pelarut yang terdapat pada biji kopi, maka dilakukan penguapan pelarut dengan uap air panas (destilasi uap). Biji kopi yang dihilangkan kaffeinnya dikeluarkan dari kolom dengan segera dan biji dikeringkan mendekati kandungan air alaminya.

Setelah proses cekaffeinasi, bjji kopi biasanya akan kehilangan kandungan zat hijaunya dan tentu masih mengandung kaffein dan zat pelarut. Beberapa negera yang tergabung didalam EEC menetapkan batas kandungan kaffein didalam biji kopi bebas kaffein (decaffeinated) dan kopi instan tidak melebihi 0.1 % dan 0.3%. Sedangkan zat pelarut yang tersisa atau resedual dari decaffeinated coffe kurang dari 10 mg/kg pelarut.

B. Kopi Bubuk

1. Roasting

Roasting merupakan proses Penyangraian biji kopi yang tergantung pada
waktu dan suhu yang ditandai dengan perubahan kimiawi yang signifikan. Terjadi kehilangan berat kering terutama gas CO2 dan produk pirolisis volatil lainnya. Kebanyakan produk pirolisis ini sangat menentukan cita rasa kopi. Kehilangan berat kering terkait erat dengan suhu penyangraian.

Berdasarkan suhu penyangraian yang digunakan kopi sangrai dibedakan atas 3 golongan yaitu : ligh roast suhu yang digunakan 193 sampai 199°C, medium roast suhu yang digunakan 204°C dan dark roast suhu yang digunakan 213 sampai 221°C. Menurut Varnam dan Sutherland (1994) : ligh roast menghilangkan 3-5% kadar air: medium roast, 5-8 % dan dark roast 8-14%.

Penyangraian sangat menentukan warna dan cita rasa pruduk kopi yang akan dikonsumsi, perubahan warna biji dapat dijadikan dasar untuk sistem klasifikasi sederhana. Perubahan fisik terjadi termasuk kehilangan densitas ketika pecah. Penyangrai bisa berupa oven yang beroperasi secara batch atau kontinous. Pemanasan dilakukan pada tekanan atmosfir dengan media udara panas atau gas pembakaran. Pemanasan dapat juga dilakukan dengan melakukan kontak dengan permukaan yang dipanaskan, dan pada beberapa disain pemanas, hal ini merupakan faktor penentu pada pemanasan. Disain paling umum yang dapat disesuikan baik untuk penyangraian secara batch maupun kontinous merupakan drum horizontal yang dapat berputar. Umumnya, biji kopi dicurahkan sealiran dengan udara panas melalui drum ini, kecuali pada beberapa roaster dimana dimungkinkan terjadi aliran silang dengan udara panas. Udara yang digunakan langsung dipanaskan menggunakan gas atau bahanbakar, dan pada desain baru digunakan sistem udara daur ulang yang dapat menurunkan polusi di atmosfir serta menekan biaya operasional.

Tahap awal roasting adalah membuang uap air pada suhu penyangraian 100°C dan berikutnya tahap pyrolysis pada suhu 180°C. Pada tahap pyrolisis terjadi perubahan-perubahan komposisi kimia dan pengurangan berat sebanyak 10%. Proses roasting berlangsung 5-30 menit. Sampel segera diambil setelah roasting dan digiling dengan metoda standar sebelum menilai warna, sedikit air ditambahkan ke biji kopi pada tahap pendinginan untuk mempercepat pendinginan dan meningkatkan keseragaman ukuran partikel untuk penggilingan berikutnya.

Pada beberapa roaster, air ditambahkan ke biji dalam drum penyangrai diakhir proses. Biji kopi kemudian dikeluarkan lalu ditaruh dalam baki dingin berlobang dimanana udara dihembuskan. Perubahan sifat fisik dan kimia terjadi selama proses penyangraian, menurut Ukers dan Prescott dalam Ciptadi dan Nasution (1985) terjadi seperti swelling, penguapan air, tebentuknya senyawa volatile, karamelisasi karbohidrat, pengurangan serat kasar, denaturasi protein, terbentuknya gas CO2 sebagai hasil oksidasi dan terbentuknya aroma yang karakteristik pada kopi. Swelling selama penyangraian disebabkan karena terbentuknya gas-gas yang sebagian besar terdiri dari CO2 kemudian gas-gas ini mengisi ruang dalam sel atau pori-pori kopi. Senyawa yang membentuk aroma di dalam kopi menurut Mabrouk dan Deatherage dalam Ciptadi dan Nasution (1985) adalah :

1. Golongan fenol dan asam tidak mudah menguap yaitu asam kofeat, asam clorogenat, asam ginat dan riboflavin.
2.Golongan senyawa karbonil yaitu asetal dehid, propanon, alkohol, vanilin aldehid.
3. Golongan senyawa karbonil asam yaitu oksasuksinat, aseto asetat, hidroksi pirufat, keton kaproat, oksalasetat, mekoksalat, merkaptopiruvat.
4. Golongan asam amino yaitu leusin, iso leusin, variline, hidroksiproline, alanine, threonine, glysine dan asam aspartat.
5. Golongan asam mudah menguap yaitu asam asetat, propionat, butirat dan volerat.

Didalam proses penyangraian sebagian kecil dari kaffein akan menguap dan terbentuk komponen-komponen lain yaitu aseton, furfural, amonia, trimethylamine, asam formiat dan asam asetat. Caffein di dalam kopi terdapat baik sebagai senyawa bebas maupun dalam bentuk kombinasi dengan klorogenat sebagai senyawa kalium kaffein klorogenat.

Biji kopi yang disangrai dapat langsung dikemas. Pengemasan dilakukan dengan kantong kertas, ketika kopi dipisahkan dari otlet khusus dan digunakan langsung oleh konsomen. Tempat penyimpanan yang lebih baik serta kemasan vakum diperlukan untuk mencegah deteriorasi oksidatif jika kopi tidak melewati oulet khusus. Saat ini digunakan kemasan vakum dari kaleng yang mampu menahan tekanan yang terbentuk atau menggunakan kantung yang dapat melepaskan CO2 tapi menerima oksigen.

2. Penggilingan

Penggilingan kopi skala luas selalu menggunakan gerinda beroda (roller), gerinda roller ganda dengan gerigi 2 sampai 4 pasang merupakan alat yang paling banyak dipakai. Partikel kopi dihaluskan selama melewati tiap pasang roller. Derajat penggilingan ditentukan oleh nomor seri roller yang diguncikan. Kondisi ideal dimana ukuran partikel giling seragam adalah mustahil, namun variasi lebih rendah jika menggunakan gerinda roller ganda. Alternatif lain adalah penggilingan system tertutup berbasis proses satu tahap, dimana jika ukuran partikel melebihi saringan maka partikel dikembalikan ke pengumpan untuk digiling ulang.

Sejumlah kulit tipis (chaff) terlepas dari biji kopi, terutama Robusta, ikut tergiling. Kulit ini bisa dibuang menggunakan hembusan udara maupun, metode lainnya, meskipun mengakibatkan kehilangan padatan terlarut. Pencampuran kulit tipis ini, khususnya dengan kopi gosong, memberikan keuntungan berupa peningkatan sifat aliran dengan penyerapan minyak yang menetes.

Penampilan yang menarik bubuk kopi akan meningkatkan permintaan di pasaran. Hasil penggilingan biji kopi dibedakan menjadi: coarse (bubuk kasar), medium (bubuk sedang), fine (bubuk halus), very, fine (bubuk amat halus). Pilihan kasar halusnya bubuk kopi berkaitan dengan cara penyeduhan kopi yang digemari oleh masyarakat. Penggilingan melepaskan sejumlah kandungan CO2 dari kopi. Sebagian besar dilepaskan selama proses dan setelah penggilingan. Sejumlah besar mungkin masih tertahan terutama pada kopi giling kasar.

Untuk memperpanjang masa simpan kopi bubuk dikemas dengan menggunakan kemasan vakum dalam timah atau kantong fleksibel, untuk kopi giling halus, pengemasan vakum segera mungkin dilakukan selepas penggilingan tanpa perlakuan lain untuk mencegah terbentuknya t’ekanan akibat pelepasan CO2 Pada gilingan kasar, umumnya pengemasan ditunda beberapa jam untuk melepaskan CO2 Tindakan ini dapat memastikan penurunan CO2 kopi yang dikemas akibat penyerapan Oksigen.

C. Kopi Instant

Kopi instan merupakan kopi yang bersifat mudah larut dengan air (soluble)
tanpa meninggalkan serbuk. Pengolahan kopi instan yang essensial berupa produksi ekstrak kopi melalui tahap : penyangraian (roasting), penggilingan (grinding), Ekstraksi, Drying (Spray Drying maupun Freze Drying) dan pengemasan produk

Pengolahan kopi instan (soluble coffe) sangat tergantung dari proses sebelumnya. Pada tahap penggilingan biji-biji kopi yang berbeda ukuran, partikelnya harus disesuaikan untuk menjamin efisiensi ekstraksi. Hasil penggilingan yang terlalu halus akan menganggu perjalanan cairan kopi pada kolom ekstraksi, karena itu hasil penggilingah yang agak kasar dan seragam lebih diinginkan.

1. Ekstraksi
Proses ekstraksi untuk pembuatan kopi instan dipergunakan percolator (penyaring kopi) dan alat sentrifuge untuk mengepres sisa ampas. Proses ini terjadai didalam 6 percolator (penyaring kopi) menggunakan prinsip counter curent. Tujuan pengolahan adalah untuk memperoleh ekstraksi optimum dari padatan terlarut tanpa merusak kualitas.

Ekstraksi yang optimum tergantung pada suhu air ekstraksi dan laju alir melalui ampas kopi. Pada prakteknya air panas dimasukkan dengan tekanan dan suhunya 180°C. Suhu dari cairan pada setiap kolom makin turun sampai cairan berhubungan dengan kopi pada suhu 100°C. Penggunaan suhu air tertinggi memungkinkan hasil konsentrasi ekstrak tertinggi. Akibat penggunaan suhu tinggi adalah menjaga tekanan sistem tetap rendah untuk mempertahankan kondisi hidroulik (suhu air 173°C, dibutuhkan tekanan 120 psig atau 828 kPa) dan kolom yang dihubungkan oleh pipa harus didesain pada tekanan sedemikian rupa sehingga tidak melebihi hidraulik minimum. Air tersebut mengumpulkan sisa padatan larut air pada tekanan tinggi dan sisa padatan terlarut yang tidak terekstraksi akan secara sengaja terbawa ke kolom percolator berikutnya dan terekstraksi, begitu selanjutnya. Setiap penyaring pelarut mengumpulkan padatan larut air lebih banyak. Pada gilingan kopi yang lebih bersih akan meningkatkan ekstraksi dan mengurangi waktu perputaran.

Larutan Ekstraks bergerak ke depan secara kontineu dan pada kolom terakhir keluar berupa sirup dengan konsentrasi bahan terlarut 25-35 %. Pengisian air panas mengalir secara kontineu dengan ampas kopi bubuk yang terbanyak. Setelah mencapai kolom terakhir larutan ekstrak dialirkan, didinginkan dan ditranfer ketangki penyimpanan (stroge tank). Kopi hasil ekstraksi kemudian dikeringkan dengan menggunakan metode spray drying dan frezee drying, namun biasanya terlebih dahulu dilakukan penyaringan (filter) atau sentrifugasi terhadap cairan tersebut untuk memisahkan koloid berupa ter atau bahan bahan tidak larut lainnya dan kemudian mengkonsentratkan cairan tersebut dengan cara melewatkan melalui evaporator konvensional sebagaimana, yang digunakan proses evoporasi pada industri pengolahan susu. Cairan konsentrat tersebut kemudian disimpan sementara ditangki penyimpanan untuk menunggu proses pengeringan. Ampas kopi bubuk yang dikeluarkan dari kolom untuk dibuang, terlebih dahulu dilakukan pengurangan kadar air agar mudah diangkut dengan truk ke tempat pembuangan karena masih mengandung 70% kadar air.

2. Drying

Proses Spray drying terjadi didalam tower silindris yang besar dengan dasar
kerucut, pada bagian ini cairan kopi dimasukkan dengan tekanan ke dalam bagian atas tower bersamaan dengan pancaran angin udara panas sekitar 250°C. Partikelpartikel yang disemprotkan akan kering dan jatuh serta terkumpul sebagai bubuk pada bagian ujung kerucut lalu dipindahkan menggunakan alat katup yang berputar.

Udara yang telah tefpakai dilepaskan melewati sisi tower dan biasanya dilewatkan melalui peralatan siklon dengan tujuan untuk memperoleh kembali partikel kopi halus yang mungkin tercampur dengan aliran bubuk. Pada proses kosentrasi awal larutan kopi, kecenderungan yang terjadi adalah diproduksinya partlkel bubuk berukuran besar dan sedikit halus, jika partikel berukuran besar lebih banyak pada proses recyling akan mengakibatkan rusaknya kualitas dan rendahnya mutu produk akhir. Selain itu makin sedikit bagian yang halus, makin kecil pula kemungkinan padatan kopi menempel pada dinding tower sehingga pengkonsentrasian larutan akan mengurangi beban pengering dan meningkatkan kapasitas produksi.

Untuk meningkatkan daya larut dalam air dan membentuk butiran biasanya
ditingkatkan dengan proses aglomerasi. Proses aglomerasi dicapai dengan membasahi partikel bubuk, membiarkannya bergabung dan kemudian mengeringkannya kembali.

b. Freeze Drying
Prinsip kerja Freeze drying meliputi pembekuan larutan, menggranulasikan larutan yang beku tersebut, mengkondisikannya pada vacum ultra-high dengan pemanasan yang sedang sehingga mengakibatkan air pada bahan pangan tersebut akan menyublin dan akan menghasilkan produk padat (solid product). Pada prakteknya, ekstrak kopi difilter dan dikumpulkan pada tangki utama, kemudi,9n cairan tersebut dibawa ke drum pendinginan yang berputar. Setelah itu di bawa keruang pendinginan. Pada ruang pendinginan ditambahkan ethylene glycol dan ekstrak dibiarkan berhubungan dengan larutan selama 20-30 menit dengan temperatur -40°C. Setelah meninggalkan daerah tesebut lemping beku dilewatkan menuju grinder untuk mengatur produksi granula sesuai dengan ukuran yakni sesuai persyaratan untuk produk jadi. partikel-partikel disaringuntuk keseragaman produk dan tingkat kekeringan yang merata. Granula-granula yang membeku tersebut kemudian dibawa menggunakan konveyor menuju ruangan vakum yang dioperasikan secara batch atau kontineu. Selama proses pengeringan suhu produk umumnya tidak lebih dari 50°C.

3. Aromatisasi

Produk akhir Spray Drying dan Freeze drying akan kehilangan aroma, sehingga pada perusahaan industri dilakukan aromatisasi untuk memberikan aroma kopi bagi konsumen saat mereka membuka kemasan kopi. Hal ini dilakukan dengan cara merecovery aroma volatil yaitu menyemprotkan aroma volatil tersebut kedalam kopi instant biasanya digunakan minyak kopi sebagai bahan pembawa aroma volatile dan diperlukan untuk mengurangi resiko oksidasi dan mengisi gas karbondioksida.

4. Pengemasan

Kopi instan harus dilindungi dengan cara menerapkan pengemasan sesuai sebelum didistribusikan ke toko-toko, ritel atau untuk pesanan pasar. Kemasan yang digunakan harus mampu melindungi produk dari absorbsi kelembaban atmosfir yang tidak hanya me~yebabkan produk menggumpal (mengeras/memadat) juga mempercepat penurunan (deterioration) aroma. Kemasan standar yang digunakan saat ini kertas membran atau alumunium foil dan kaleng dari bahan timah. Kaleng kosong biasanya disediakan bersama dengan tutup, cincin dan membran yang dimasukkan menuju mesin pengisi dalam keadaan posisi terbalik. Setelah pengisian, alas kemasan dikelim dan ketas lebel ditempelkan dikemasan. Untuk produk ritel, kemasan yang digunakan berupa botol gelas dengan tutup plastik berulir. Tutup yang digunakan disuplai dengan kertas membran, yang dilekatkan dengan menggunakan lilin.

 

SeJaRaH APriL M_O_P April 23, 2008

Filed under: Ne sEjaRahnya April mOp — iyha 09 @ 5:57 am

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)

 

ciri2 WaNita Surga April 19, 2008

Filed under: iSLaMi — iyha 09 @ 9:44 am
Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah
dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia
miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah : 1. Bertakwa. 2. Beriman
kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari
kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. 3. Bersaksi
bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di
bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu. 4. Ihsan, yaitu beribadah kepada
Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia
mengetahui bahwa Allah melihat dirinya. 5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada
Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap
adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas
segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan
kepadanya. 6. Gemar membaca Al Qur'an dan berusaha memahaminya, berdzikir
mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada
Allah semata. 7. Menghidupkan amar ma'ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan
masyarakat. 8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin,
dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi
kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang
mendhaliminya. 10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit,
menahan amarah dan memaafkan manusia. 11. Adil dalam segala perkara dan
bersikap adil terhadap seluruh makhluk. 12. Menjaga lisannya dari perkataan
dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah). 13. Menepati
janji dan amanah yang diberikan kepadanya. 14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan
terjauh. Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari
kitab Majmu' Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423.
Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli
Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah
Ta'ala berfirman : " ... dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya,
niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya
sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang
besar." (QS. An Nisa' : 13) Wallahu A'lam Bis Shawab.
 

Cara Pembuatan Pestisida Organik Maret 20, 2008

Filed under: Pestisida organik — iyha 09 @ 9:08 am

Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab denga lingkungan.

Bahan dan Alat:

2 kg gadung.
1 kg tembakau.
2 ons terasi.
¼ kg jaringao (dringo).
4 liter air.
1 sendok makan minyak kelapa.
Parutan kelapa.
Saringan kelapa (kain tipis).
Ember plastik.
Nampan plastik.
Cara Pembuatan:

Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.
Dosis:

1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.
Kegunaan:

Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
Dapat menolak hama dan penyakit.
Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.
Sasaran:

Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.

Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkuta

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.