Vedars’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

limbah kopi kakao untuk media tanam jamur Mei 15, 2008

Diarsipkan di bawah: tAnaMan kOpi — iyha 09 @ 7:27 am

Dewasa ini jamur telah menjadi kebutuhan dan bagian hidup manusia. Hal ini disebabkan karena jamur dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan panganan untuk bisa di konsumsi seperti roti, tape, tempe, oncom, roti, dan dapat pula diolah menjadi obat seperti penisilin. Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan yang setara dengan daging dan ikan yang bergizi tinggi. Hal ini yang menyebabkan jamur sebagai bahan pangan alternatif yang disukai (preferency) oleh semua lapisan masyarakat (Djarijah dan Djarijah, 2001).
Jamur memiliki rasa yang menyamai kelezatan daging, tetapi kandungan lemaknya lebih rendah sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Jamur dapat mengubah selulosa menjadi polisakarida yang bebas kolesterol sehingga orang yang mengosumsinya dapat terhindar dari resiko terkena serangan stroke. Kandungan protein jamur juga lebih tingga jika dibandingkan dengan bahan makanan lain yang juga berasal dari tanaman. Gizi yang terkandung dalam jamur antara lain karbohidrat, berbagai mineral seperti kalsium, kalium, fosfor, besi, serta vitamin B, B12, dan C (Parjimo dan Andoko 2007).
Menurut fardiaz (1992), bahwa jamur juga berperan dalam industri makanan khususnya dalam fermentasi makanan. Jamur memiliki enzim amilotik dan proteolitik yang masing-masing berfungsi untuk memecah pati dan protein dalam substrat. Pemecahan pati oleh enzim amilotik penting terutama dalam pembuatan produk-produk ragi dan tape, sedangkan pemecahan protein oleh enzim proteolitik penting terutama dalam pembuatan kecap dan taoco.
Salah satu jamur yang cukup dikenal di masyarakat dan banyak dibudidayakan adalah jamur tiram putih (Pleorotus ostreatus). Menurut Suriawira (2002), jamur tiram putih termasuk jenis jamur serbaguna. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk masakan, jamur tiram putih juga dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah dan segar, baik dalam campuran salad maupun lalapan. Bahkan dapat diolah menjadi crips, cripsy ataupun chips.
Seperti jenis jamur kayu lainnya, dalam budidaya jamur tiram putih juga dibutuhkan substrat yang berasal dari kayu dan kompos. Salah satu persyaratan kompos yang akan menjadi media pertumbuhan jamur adalah harus mengandung semua unsur nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Kompos tersebut juga masih banyak mengandung bahan organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon dan energi untuk jamur (Gandjar dkk., 2006).
Penggunaan limbah kopi dan kakao untuk media pertumbuhan jamur tiram putih (Pleorotus ostreatus) umumnya belum pernah dimanfaatkan secara optimal. Keuntungan penggunaan limbah kopi dan kakao dalam budidaya jamur antara lain karena keberadaannya yang sangat melimpah Selain itu limbah kopi dan kakao mudah dicampur dengan bahan-bahan lain sebagai pelengkap nutrisi, serta mudah dibentuk dan dikondisikan ( Cahyana dkk., 2005).

 

Leave a Reply